Liputan6.com, Hulu Sungai Selatan: Banjir yang melanda Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, terus meluas. Hingga Rabu (20/10), banjir akibat meluapnya Sungai Kambitin ini sudah menggenangi ratusan rumah di puluhan desa di Kecamatan Loksado, Kalsel. Selain itu, sejumlah rumah ibadah dan gedung sekolah juga tergenang air, demikian pula perkebunan.
Bukan cuma itu, banjir juga menggenangi beberapa ruas jalan trans Kalimantan yang menghubungkan Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur. Akibatnya, arus lalu lintas pun di kawasan tersebut menjadi terganggu. Beberapa jembatan juga rusak akibat diterjang banjir.
Sungai Kambitin meluap menyusul hujan lebat selama berhari-hari. Bila hujan tak segera berhenti, dikhawatirkan wilayah banjir makin meluas. Menurut warga, kejadian itu berlangsung sore hari. Secara mendadak air Sungai Loksadi meninggi diikuti gulungan air setinggi hampir tiga meter.
Sebanyak tujuh rumah di bantaran Sungai Loksado di Desa Malinau, Kecamatan Loksado, Kalimantan Selatan, hancur tinggal puing setelah dihantam banjir bandang, Selasa (19/10). Sebagian besar bangunannya hanyut disapu banjir bandang yang melanda kawasan ini. Sementara sekitar 20 rumah lainnya mengalami rusak berat.
Tak hanya itu, sejumlah pohonpun bertumbangan baik yang dibawa banjir bandang maupun yang tumbang setelah diterjang air bah. Meski tidak ada korban jiwa, sejumlah warga sempat terseret arus deras.
Menurut warga, kejadian itu berlangsung sore hari. Secara mendadak air Sungai Loksadi meninggi diikuti gulungan air setinggi hampir tiga meter. Beberapa rumah yang berada di pinggi kali langsung tersapu air bah. Selain rumah sejumlah jembatan rusak berat. Lantaran rumahnya sudah hancur warga mendirikan tenda darurat dan dapur umum.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar